Analisis Sumber dan Penggunaan Dana

2/03/2009 05:04:00 AM Posted In
kulih





Oleh
ANZAL ABDUL FATTAH
C1OO7OO15

KARYA TULIS
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah Manajemen Keuangan
Pada Program S1 Akuntansi STIE EKUITAS





PROGRAM S1 AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI EKUITAS
BANDUNG
2008







KATA PENGANTAR

Assalamualaikum. Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas izin-Nya karya tulis Manajemen Keuangan ini akhirnya selesai, walaupun mengalami beberapa kesulitan dalam pembuatannya.

Dalam pembuatan karya tulis ini mungkin belum bisa dikatakan sempurna karena di dalam karya tulis ini masih banyak kekurangan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, walaupun saya sudah mengerjakannya semaksimal mungkin, dan inilah hasil yang telah saya buat.

Mudah-mudahan karya tulis ini menjadi bermanfaat bagi para pembacanya dan dapat memenuhi syarat yang telah diajukan pada mata kuliah Manajemen Keuangan. Jika ada kekurangan mohon di maafkan. Saya harapkan kritik dan sarannya untuk kemajuan atas karya tulis ini dan mudah-mudahan saya bisa memperbaikinya. Akhir kata saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.


Bandung, 3 Februari 2009








Penulis




i
DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL

KATA PENGANTAR............................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................ii

I.PENDAHULUAN................................................................................1

II.Pembahasan................................................................................. 3
2.1. Sumber Dana Jangka Menengah dan Jangka Panjang………………………………..................................3

2.2.PenggunaanDana…………………………….......................5
2.2.1 Penggunaan Dana Jangka Pendek......................7
2.2.1a. Pengelolaan Kas..................................................7
2.2.1b. Surat-Surat Berharga...........................................7
2.2.1c. Pengelolaan Piutang..........................................7.
2.2.1d. Pegelolaan Persediaan.....................................7
2.2.2 Penggunaan Dana Jangka Panjang...................7
2.2.2a. Investasi Aktiva Tetap........................................8

2.3. Arti Pentingnya Analisa Sumber-Sumber Dan Penggunaan Dana……………………………………………………………………..8
2.4 Dana Dalam Arti Kas……………………………………...9
2.5 Dana Dalam Arti Modal Kerja................................................10

III. Contoh Soal......................................................................................14
Daftar Pustaka..................................................................................20














ii

BAB I
PENDAHULUAN

Kebutuhan masyarakat yang semakin banyak merupakan akibat dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas yang diikuti dengan kecanggihan teknologi, sehingga perkembangan dunia usaha semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan timbul persaingan yang kompetitif. Perusahaan yang kuat akan bertahan hidup sebaliknya perusahaan yang tidak mampu bersaing kemungkinan akan dilikuidasi atau mengalami kebangkrutan. Oleh karena itu, untuk dapat menghadapi perubahan yang terjadi, perusahaan tentu saja perlu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, yang diantaranya meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian secara baik sehingga sasaran utama perusahaan dapat tercapai. Disamping itu pula perusahaan perlu melakukan pengelolaan modal dengan baik agar tersedia modal yang cukup dalam melaksanakan peningkatan kegiatan operasi, seperti menambah tenaga kerja, mesin, dan lain-lain, ataupun dalam perluasan usaha.
Untuk melihat kondisi dan perkembangan keuangan suatu perusahaan, biasanya pimpinan perusahaan menyusun laporan keuangan yang menggambarkan kejadian-kejadian atau segala transaksi yang terjadi di perusahaan yang kemudian digunakan untuk menginterpretasi atau menganalisis terhadap data keuangan perusahaan tersebut. Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan produk dari proses akuntansi yang tentunya memiliki karakteristik dan keterbatasan. Laporan keuangan dihasilkan untuk tujuan tertentu yang berdasarkan pada Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum. Interpretasi atau analisis terhadap laporan keuangan perusahaan sangat bermanfaat bagi penganalisa untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan yang bersangkutan.
Salah satu analisis laporan keuangan adalah analisis laporan sumber dan penggunaan modal kerja yaitu suatu analisis tentang darimana sumber-sumber dan penggunaan modal kerja dalam suatu perusahaan. Modal kerja merupakan dana yang harus tersedia dalam perusahaan yang dapat digunakan untuk membelanjai kegiatan operasinya sehari-hari, misalnya untuk memberikan persekot pembelian bahan mentah, membayar upah buruh, gaji pegawai, dan sebagainya, dimana uang atau dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam waktu yang pendek melalui hasil penjualan produknya. Dari laporan sumber dan penggunaan dana ini akan membantu manajer keuangan dalam melaksanakan kegiatan perusahaannya dalam hal menentukan jumlah dana yang harus tersedia dan untuk dapat melihat asal sumber dana itu diperoleh. Selain itu, laporan tersebut dapat juga membantu manajer keuangan dalam merencanakan berapa penggunaan dana dengan sebaik-baiknya untuk dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan perusahaan sebab apabila perusahaan kekurangan dana tentu akan sulit berkembang. Kekurangan modal kerja atau dana terus-menerus yang tidak segera diatasi tentu akan menghambat perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Modal kerja atau dana yang akan digunakan sebaiknya tersedia dalam jumlah yang cukup agar dapat memberikan keuntungan yang maksimal sehingga suatu perusahaan bisa beroperasi secara ekonomis dan juga modal kerja atau dana yang cukup dapat menekan biaya perusahaan menjadi rendah, menunjang segala kegiatan operasi perusahaan secara teratur. Selain itu pemilikan modal kerja yang cukup akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain memungkinkan perusahaan dapat membayar semua kewajibannya tepat pada waktunya, memungkinkan perusahaan tersebut untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani konsumen, dan memungkinkan perusahaan tersebut untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan.
Penetapan besarnya modal kerja atau dana yang dibutuhkan oleh perusahaan berbeda-beda, salah satunya bergantung pada jenis perusahaan. Kebijakan perusahaan dalam mengelola jumlah modal secara tepat akan mengakibatkan keuntungan, sedangkan akibat dari penanaman modal kerja yang kurang tepat akan mengakibatkan kerugian. Agar dapat menilai posisi keuangan suatu perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban-kewajibannya, maka perlu digunakan alat analisis yang dinamakan rasio likuiditas, artinya rasio yang memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya. Dari perhitungan rasio ini diharapkan dapat membantu para manajer untuk menilai efektivitas dan efisiensi modal kerja yang digunakan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Analisis rasio terhadap modal kerja perusahaan pun sangat perlu dilakukan untuk mengetahui dan menginterpretasikan posisi keuangan jangka pendek perusahaan serta meneliti efisiensi dan penggunaan modal kerja dalam perusahaan.

Apabila jumlah aktiva lancar terlalu kecil, maka akan menimbulkan situasi illikuid (tidak likuid), sedangkan apabila jumlah aktiva lancar yang terlalu besar akan berakibat timbulnya aktiva lancar atau dana yang menganggur. Semua ini akan berpengaruh kepada jalannya operasi perusahaan yang pada akhirnya akan mengurangi keuntungan atau laba yang seharusnya diperoleh perusahaan pada periode yang bersangkutan. Pengelolaan modal kerja yang baik selain akan lebih memperlancar aktivitas perusahaan juga dapat meningkatkan keberhasilan usaha untuk meraih keuntungan yang diharapkan.
Oleh karena itu, perusahaan harus hati-hati dalam menangani masalah keuangan dalam pengelolaan sumber dan penggunaan modal kerja atau dana. Laporan sumber dan penggunaan dana ini merupakan suatu laporan yang berguna bagi pihak manajemen perusahaan, para kreditur, para pemegang saham, dan pihak-pihak lainnya. Pihak manajemen dan para kreditur jangka pendek terutama akan tertarik kepada posisi keuangan jangka pendek (posisi modal kerja) suatu perusahaan termasuk perubahan-perubahan yang terjadi selama periode itu. Kenaikan dalam modal kerja mungkin ditunjukkan dalam kas, efek (sekuritas), piutang maupun dalam persediaan atau adanya penurunan atau berkurangnya hutang lancar, dan adanya kenaikan dalam modal kerja ini akan diinterpretasikan bergantung kepada sumber-sumber yang menyebabkan kenaikan tersebut. Apabila seluruh perubahan tersebut semuanya berasal dari hasil operasi perusahaan, maka hal ini akan dinilai sebagai hal yang amat baik atau menguntungkan dibandingkan dengan kenaikan modal kerja yang berasal dari pengeluaran hutang jangka panjang.







BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sumber Dana Jangka Menengah dan Jangka Panjang

Hampir sebagian besar perusahaan tidak bisa memperoleh sumber dana tanpa penggunaan jaminan. Untuk itu mereka harus memberikan berbagai jaminan kepada pihak pemberi dana. Kredit jangka menengah dan jangka panjang merupakan kredit yang menggunakan jaminan. Istilah jangka menengah menunjukkan bahwa kredit tersebut berjangka waktu satu tahun atau lebih, tetapi umumnya kurang dari 10 tahun. Sedangkan kredit jangka panjang adalah kredit yang berjangka waktu lebih dari 10 tahun. Pembagian waktu ini memang tidak ada dasarnya, sehingga mungkin saja pembaca menjumpai pembagian jangka waktu yanag berbeda.

A. Sumber Dana Jangka Menengah
Bentuk-bentuk kredit jangka menengah dan panjang diantaranya adalah: term loan equipment financing, leasing, saham, obligasi dan kredit modal kerja permanent.

1. Leasing
Perusahaan sewa guna di Indonesia sering disebut pereusahaan leasing.Kegiatan usaha leasing bergerak di bidang pembiayan untuk keperluan barang-barang modal yang diinginkan oleh nasabah. Pembiayaan disini artinya jika perusahaan (klien) membutuhkan barang-barang modal seperti peralatan kantor atau mobil dengan cara disewa atau dibeli secara kredit, maka pihak leasing dapat membiayai keinginan perusahaan (klien) tersebut sesuai perjanjian kedua belah pihak. Pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemberian fasilitas leasing adalah :

�� Lessor (merupakan perusahaan leasing yang membiayai keinginan para nasabahnya untuk memperoleh barang-barang modal).
�� Lessee (merupakan perusahaan yang mengajukan permohonan leasing kepada lessor untuk memperoleh barang modal yang diinginkan).
�� Supplier (pedagang yang menyediakan barang yang akan di-leasing sesuai perjanjian antara lessor dengan lesse dan dalam hal ini supplier juga dapat bertindak sebagai lessor).
�� Asuransi (merupakan perusahaan yang akan menanggung resiko terhadap perjanjian antara lessor dengan lesse, dimana dalam hal ini lesse dikenakan biaya asuransi dan apabila terjadi sesuatu, maka perusahaan akan menanggung resiko sebesar jumlah yang sesuai engan perjanjian terhadap barang yang di-leasing-kan.

2. Term Loan
Term Loan mempunyai karakteristik : berusia lebh dari satu tahun, diberikan atas dasar perjanjian formal. Kredit ini dilunasi secara berkala baik bulanan, triwulanan, tengah tahunan, atau tahunan dengan angsuran yang sama. Kemampuan membayar kredit ini dihubungkan aliran kas sehingga tidak membahayakan likuiditas perusahaan. Term Loan ini diberikan oleh Bank Dagang, perusahaan asuranasi, supplier atau manufacture. Term Loan ini sering dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang relative kecil untuk mengeluarkan surat berharga baik jangka pendek maupun jangka panjang sebagai salah satu sumber pembelanjaan.

3. Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP)
Merupakan bentuk kredit jangka menengah yang diberikan oleh pemerintah yang biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan kecil. Batasan-batasan KMKP adalah :
♦ KMKP adalah bentuk kredit untuk kelancaran usaha secara terus-menerus
♦ KMKP diberikan kepada perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa dalam usaha melakukan perluasan dan rehabilitasi, kecuali jasa-jasa yang bersifat hiburan/amusement.
♦ KMKP diberikan maksimum Rp. 5 juta. Dalam memberikan kredit ini bank mempertimbangkan perputaran usaha pemohon masa lalu dan untuk usaha baru dengan mendasarkan atas kebutuhan yang sebenarnya.
♦ Bunga KMKP 12% setahun (berlaku mulai 1 Januari 1978).
♦ Jangka waktu kredit maksimum 3 tahun.
♦ Cara memberikan KMKP oleh bank dilakukan sebagaimana lazimnya pada pemberian kredit modal kerja/eksploitasi lainnya.
♦ Guna memperkuat jaminan pembayaran kembali oleh nasabah, bank mengadakan perjanjian pertanggunag dengan PT. Askrindo.

B. Sumber Modal Jangka Panjang
Sumber modal jangka panjang ini dapat diperoleh dari modal sendiri (saham) dan modal asing (obligasi, hipotek, dan KIK (Kredit Investasi Kecil)).

1. Obligasi
Adalah merupakan surat tanda hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan yang didalamnya tercantum nilai nominal dan bunga serta waktu pembayaran kembali. Harga obligasi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan yang diharapkan. Perusahaan yang diperkenankan mengeluarkan obligasi adalah perusahaan yang benar-benar baik dan mendapat pengawasan dari badan yang ditunjuk. Jenis obligasi : debenture, subordinate debenture, income bond. Debenture adalah obligasi yang tidak dijamin dengan suatu aktiva tertentu (unsecured bond) dari suatu perusahaan. Pada saat dilikuidasi merupakan kreditor umum (akan dilunasi sesudah hutang yang dijamin). Subordinate debenture adalah bentuk obligasi, jika terjadi likuidasi akan dibayar setelah obligasi senior, bentuk ini dapat ditukarkan dengan saham (convertable bond). Income bond adalah yang memperoleh pendapatan (bunga) jika perusahaan memperoleh keuntungan, dimana bunga bersifat kumulatif, biasanya tidak lebih dari 3 tahun.
Pembayaran obligasi (pembayaran kembali) dapat dilakukan secara sekaligus (sinking funds) pada hari jatuh tempo-nya, atau diangsur (amortization). Pembayaran kembali obligasi dapat diambilkan dari penyusutan dari aktiva yang dibelanjai dengan pinjaman obligasi tersebut atau dari keuntungan perusahaan.

2. Hipotek (morgage)
Adalah bentuk utang jangka panjang yang dijamin dengan aktiva tidak bergerak (tanah, bangunan). Jika terjadi likuidasi aktiva yang dijadikan jaminan itu dijual untuk membayar hutang hipotek tersebut, jika tidak mencukupi maka sisa utang hipotek menjadi kreditor umum.
3. Kredit Investasi Kecil (KIK)
Karakteristik dimaksud KIK adalah: jumlah maksimum Rp. 5 juta, bunga 10,5% / bulan (berlaku 1 Januari 1978), jangka waktu kredit 10 tahun termasuk grace periode, self financing pemohon 25% tidak secara mutlak, diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa, kecuali hiburan/amusement, jaminan kredit berupa: proyek yang dibiayai dengan kredit tersebut, jika jaminan tidak mencukupi ditambahn kekayaan milik nasabah atau pihak ketiga hingga mencapai 100%, untuk memperkuat pembayaran kembali bank mengadakan perjanjian dengan PT. Askrindo.

4. Saham Preferen
Saham preferen mempunyai sifat sebagai utang dan sebagai modal sendiri. Dividen tiap tahun tetap dinyatakan dalam persentase (%) tertentu dan bersifat kumulatif. Saham preferen ini mempunyai hak atas sisa keuntungan setelah dibagikan kepada pemilik saham biasa (participating future). Misalnya pemegang saham preferen telah menerima Rp. 16,- dan pemegang biasa menerima dividen Rp. 20,- maka pemegang saham preferen berhak atas tambahan sebesar Rp. 4,- . Jika terjadi likuidasi, saham preferen memperoleh hak setelah kreditor, tetapi sebelum pemegang saham biasa (biasanya hak ini hanya terbatas pada nilai nominal). Saham preferen tidak mempunyai suara (kecuali jika tidak pernah menerima dividen) dalam RUPS. Untuk mengakhiri peredaran saham preferen digunakan call price atau sinking funds. Call price adalah harga yang disebutkan sebagai harga pelunasan apabila perusahaan memutuskan untuk melunasi saham preferen. Call price lebih besar daripada nilai nomisalnya. Call price ini dapat berlaku juga pada obligasi. Jika pajak tinggi tidak menarik untuk mengeluarkan saham preferen. Untuk suatu perusahaan mengeluarkan saham preferen karena alasan bahwa pembayaran dividen saham preferen sebenarnya tidak merupakan kewajiban yang mempunyai kekuatan hukum.

5. Saham Biasa
Saham biasa adalah merupakan modal sendiri yang berasal dari luar perusahaan. Saham biasa ini akan menanggung risiko perusahaan sejauh modal yang disetorkan. Saahm yang diotorisir adalah jumlah maksimum saham baisa yang boleh dikeluarkan. Out standing stock adalah saham biasa yang telah dikeluarkan yang dimiliki oleh pemilik. Perusahaan mungkin membeli sebagian dari saham ini yang dikeluarkan dan menyimpan sebagai treasury stock. Saham biasa mungkin mempunyai atau mungkin tidak mempunyai nilai nominal. Nilai nominal hamper tidak ada nilai ekonomisnya.
Modal sendiri yang berasal dari dalam perusahaan adalah : cadangan, dan laba ditahan. Cadangan yang merupakan modal sendiri berupa: cadangan ekspansi, cadangan modal kerja, cadangan selisih kurs, dan cadangan umum. Dan cadangan yang tidak termasuk modal sendiri: cadangan penyusutan, cadangan piutang raguragu, cadangan yang bersifat utang.

2.2 Penggunaan Dana

Penggunaan dana setelah ada di perusahaan, sebagai manajer keuangan berusaha untuk menggunakan secara efisien demi tercapainya tujuan perusahaan. Pada dasarnya penggunaan dana dapat digolongkan menjadi 2 bagian :
a. Penggunaan dana dalam jangka pendek : kas, surat-surat berharga, piutang, dan persediaan.
b. Penggunaan dana dalam jangka panjang : investasi aktiva tetap, termasuk tanah, bangunan, dan peralatan.
Mengelola penggunaan dana perusahaan baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang berkaitan erat dengan masalah efisiensi. Karena kalau masalah efisiensi tercapai berarti manajer keuangan berhasil dalam mengelola dana dalam arti pengalokasian dana perusahaan tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga perusahaan dapat dengan mudah menelusuri bagian-bagian mana yang menghasilkan laba perusahaan.
Efisiensi penggunaan dana sehari-hari dalam kegiatan operasional perusahaan dapat diketahui dengan membandingkan pendapatan bersih perusahaan selama jangka waktu tertentu dengan dana atau modal yang dipakai perusahaan dalam memperoleh pendapatan tersebut. Kemampuan perusahaan dalam memperoleh pendapatan dari sejumlah modal yang dipergunakan disebut Rentabilitas. Jadi rentabilitas yang semakin tinggi dapat diartikan bahwa pendapatan perusahaan juga tinggi, hal ini berarti bahwa rentabilitas yang tinggi juga mencerminkan efisiensi yang dicapai perusahaan baik.
Faktor yang menyebabkan penurunan/peningkatan rentabilitas ekonomis perusahaan :
a. Usaha yang dipilih
Bidang usaha yang dipilih perusahaan akan mempengaruhi penghasilan keuntungan, misalkan membuka usaha fotocopy harus benar-benar melihat bagaimana keadaan lingkungan sekitar kemudian saran perlengkapan, dll.
b. Pengalaman perusahaan atau pesaing
Dengan adanya pengalaman selama usaha berjalan, perusahaan dapat memilih-milih hal-hal yang menguntungkan ataupun merugikan untuk dijadikan cermin agar kedepan lebih baik lagi. Begitupun halnya dengan pesaing kita dapat melihat bagaimana pengalaman pesaing dalam menjalankan usahanya yang kemudian kita dapat mempelajarinya dan mengembangkan di perusahaan kita.
c. Manajemen Usaha
Manajemen usaha meliputi semua kegiatan dalam mengelola perusahaan termasuk sumber dana perusahaan, dengan kita mempunyai manajemen usaha yang baik, maka perusahaan kita pun akan berjalan dengan baik pula.
d. Kesempatan yang ada
Perusahaan yang mampu membaca peluang dalam berbisnis akan lebih maju dan berkembang dibandingkan dengan perusahaan yang hanya mengandalkan dananya saja. Denagn perusahaan dapat membaca peluang bisnis perusahaan akan dapt lebih cepat menguasai pasar.

Pada dasarnya pengelolaan dana jangka pendek (aktiva lancar) dan pengelolaan dana jangka panjang ( aktiva tetap) dapat dilakuakn melalui fungsi manajemen keuangan yang ada di perusahaan, dimana sebelum manajer keuangan menggunakan dan harus membuat perencanaan alokasi dana yang teliti kemudian mengawasi pelaksanaan penggunaan aktiva yang telah dibiayai sehingga dapat mengatasi masalah-masalah yang timbul sedini mungkin.

2.2.1 Penggunaan Dana Jangka Pendek

Penggunaan dana jangka pendek menyangkut pembelanjaan aktif yaitu penggunaan dana tertuang kedalam besarnya modal kerja yang tertanam dalam aktiva lancar. Adapun yang tergolong aktiva lancar adalah kas, piutang, efek, dan persediaan barang. Jadi aktiva lancer adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang sewaktu-waktu dapat diubah menjadi uang dalam jangka waktu perputaran kegiatan operasional atau dengan kata lain aktiva lancar adalah kekayaan perusahaan yang tingkat likuiditasnya tinggi. Biasanya likuiditas perusahaan terlihat pada susunan aktiva lancar yang tercantum pada neraca perusahaan dimana kekayaan yang berada pada urutan paling atas adalah yang paling likuid (paling cepat diubah menjadi uang tunai).

2.2.1a. Pengelolaan Kas

Kas merupakan salah satu bentuk aktiva lancar yang paling likuid yang berbentuk uang tunai yang sewaktu-waktu dapat diuangkan. Pengadaan kas ditujukan untuk membiayai kontinuitas perusahaan sehari-hari seperti membayar gaji, membeli bahan baku, membayar listrik, dsb. Besarnya kas dalam bentuk uang tunai tidak dapat ditetapkan secara jelas, hanya saja pada umumnya perusahaan menyediakan kas dalam bentuk uang tunai sebesar 5% sampai 10% dari total aktiva lancar perusahaan.

2.2.1b. Surat-Surat Berharga

Pengelolaan surat-surat berharga terjadi karena pengalihan alokasi kas tunai yang menganggur sementara untuk dijadikan sertifikat berharga atau surat berharga lainnya yang dalam jangka waktu tertentu dapat menghasilkan bunga tertentu yang dapat menambah pendapatan perusahaan.

2.2.1.c Pengelolaan Piutang

Timbulnya piutang karena adanya penjualan kredit dari perusahaan dalam menjyual barang hasil produksi. Penjualan kredit ini dilakuakn untuk meningkatkan langganan baru serta mempertahankan langganan lama disamping juga bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan.

2.2.1.d Pengelolaan Persediaan

Persediaan disini termasuk juga bahan baku, bahan penolong, maupun barang dalam proses. Pengelolaan persediaan sangat penting karena berhubungan dengan volume penjualan perusahaan dan akhirnya untuk pencapaian laba perusahaan.

2.2.2. Penggunaan Dana Jangka Panjang

Penggunaan dana jangka panjang berarti kita mempertimbangkan jumlah uang yang etrtanam pada aktiva tetap. Bentuk aktiva tetap dapat berupa tanah, gedung, dan mesin. Kalau kita memperhatikan jumlah dana pada aktiva tetap, berarti kita harus memperhatikan resiko yang akan dihadapi di masa mendatang, karena dana yang tertanam dalam aktiva tetap tersebut akan kembali dalam jangka waktu yang lama sehingga keputusan untuk menginvestasikan dana dalam bentuk aktiva tetap harus betul-betul dipertimbangkan dengan matang dan teliti karena dana yang terkait pada aktiva tetap biasanya dalam jumlah yang besar sehingga kalau terjadi kesalahan akan mengakibatkan kerugian yang besar juga bagi perusahaan atau bisa membuat perusahaan bangkrut (tutup).

2.2.2a. Investasi Aktiva Tetap

1. Tanah
Yaitu bentuk aktiva tetap yang merupakan kekayaan perusahaan yang mempunyai jangka waktu penggunaan yang tidak terbilang karena nilainya tidak menyusut.
2. Bangunan
Kekayaan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan untuk memperlancar kegiatan manajerial maupun operasional perusahaan dengan mempunyai batas waktu penggunaan yang cukup lama dimana penurunan masa ekonomis pemakainya akan disisihkan sebagai bentuk depresiasi.
3. Peralatan dan Mesin
Aktiva tetap ini sangat penting peranannya dalam proses produksi karena secara langsung akan mempengaruhi laba perusahaan dari volume penjualan yang dihasilkan oleh bagian produksi. Oleh karena itu peralatan juga perlu disusut dengan menggunakan depresiasi setiap penurunan kemampuan kapasitas mesin.

2.3 Arti Pentingnya Analisa Sumber-Sumber Dan Penggunaan Dana

Laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan dari period ke periode atau dari tahun ke tahun dapat dimanfaatkan untuk mengetahui atau mendeteksi aliran dana yaitu dari mana sumber dana itu berasal atau dihasilkan dan untuk apa serta bagaimana dana tersebut digunakan atau dibelanjakan. Kita dapat mengetahui atau mendeteksi aliran dana tersebut dengan cara membandingkan laporan keuangan dari dua tahun yang berurutan. Maka dapat lita simpulkan bahwa suatu cara analisis yang digunakan untuk mempelajari bagaimana suatu perusahaan melaksanakan kebijakan-kebijakan dalam rangka memperoleh dana dan menggunakan dana tersebut sering disebut sebagai Analisis Sumber dan Penggunaan Dana.. Setelah kita mengetahui pengertian dari analisis sumber dan penggunaan dana tersebut dapat diketahui bahwa hasil dari analisis sumber dan penggunaan dana disebut sebagai Laporan Sumber dan Penggunaan Dana.
Oleh karena itu, perusahaan harus hati-hati dalam menangani masalah keuangan dalam pengelolaan sumber dan penggunaan modal kerja atau dana. Laporan sumber dan penggunaan dana ini merupakan suatu laporan yang berguna bagi pihak manajemen perusahaan, para kreditur, para pemegang saham, dan pihak-pihak lainnya. Pihak manajemen dan para kreditur jangka pendek terutama akan tertarik kepada posisi keuangan jangka pendek (posisi modal kerja) suatu perusahaan termasuk perubahan-perubahan yang terjadi selama periode itu. Kenaikan dalam modal kerja mungkin ditunjukkan dalam kas, efek (sekuritas), piutang maupun dalam persediaan atau adanya penurunan atau berkurangnya hutang lancar, dan adanya kenaikan dalam modal kerja ini akan diinterpretasikan bergantung kepada sumber-sumber yang menyebabkan kenaikan tersebut. Apabila seluruh perubahan tersebut semuanya berasal dari hasil operasi perusahaan, maka hal ini akan dinilai sebagai hal yang amat baik atau menguntungkan dibandingkan dengan kenaikan modal kerja yang berasal dari pengeluaran hutang jangka panjang.
Langkah-langkah dalam menganalisa sumber-sumber dan penggunaan dana :
1) Penyusunan laporan perubahan neraca (statement of balance sheets changes)
Laporan ini menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen neraca antara kedua titik waktu dan setiap perubahan elemen tersebut mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana.
2) Laporan sumber-sumber dan penggunaan dana
Laporan ini berasal dari gabungan antara laporan perubahan neraca dan laporan laba ditahan. Pengertian dana yang digunakan dalam analisa sumber-sumber dan penggunaan dana disebut kas (arti sempit) atau modal kerja (arti luas).

2.4 DANA DALAM ARTI KAS

Dana yang akan dianalisis nantinya bisa dalam pengertian kas, artinya setiap ada perubahan elemen-elemen yang ada pada laporan keuangan akan menambah atau mengurangi kas. Oleh karena itu, laporannya disebut sebagai Laporan Sumber dan Penggunaan Kas. Laporan sumber dan penggunaan kas ini disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode dan memberkan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan pengunaan-penggunaannya.
a.Langkah-langkah menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan dana:

1) Menyusun laporan perubahan neraca, yang menggambarkan perubahan masing-masing elemen neraca antara dua titik waktu yang akan dianalisa (bulanan atau tahunan).
2) Mengelompokkan perubahan-perubahan dalam golongan perubahan yang memperbesar / memperkecil kas.
3) Mengelompokkan elemen-elemen dalam laporan rugi dan laba (laporan laba ditahan) ke dalam golongan yang memperbesar/ memperkecil kas.
4) Mengadakan konsolidasi dari semua informasi ke dalam laporan sumber-sumber dan penggunaan dana.

b. Dari laporan neraca dan laporan laba-rugi, elemen-elemen yang memperbesar kas adalah :

I. Berkurangnya aktiva lancar selain kas:
a) Berkurangnya barang (inventory) terjadi karena terjualnya barang tersebut dan hasil penjualan itu merupakan sumber dana/ kas bagi perusahaan.
b) Berkurangnya piutang berarti piutang telah dibayar dan penerimaan piutang merupakan penambahan dana yang diterima oleh perusahaan yang bersangkutan.
c) Berkurangnya surat-surat berharga (efek) berarti efek itu terjual dan hasil penjualan tersebut merupakan sumber dana/ kas bagi perusahaan
2. Berkurangnya aktiva tetap:
d) Berkurangnya aktiva tetap bruto berarti sebagian aktiva tetap harus dijual dan hasil penjualannya merupakan sumber dana
e) Berkurangnya aktiva tetap neto berarti adanya depresiasi dalam tahun yang bersangkutan
3. Bertambahnya setiap jenis hutang:
Bertambahnya hutang (hutang lancar, hutang jangka panjang) berarti terjadi penambahan dana yang diterima oleh perusahaan yang bersangkutan
4. Bertambahnya modal:
Bertambahnya modal disebabkan adanya emisi saham baru dan hasil penjualan saham baru tersebut merupakan sumber dana
5. Adanya keuntungan dari operasi perusahaan:
Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan neto dari operasinya berarti bahwa ada tambahan dan bagi perusahaan yang bersangkutan.
6. Penyusutan:
Penyusutan merupakan biaya non-kas berupa penyisihan dana untuk cadsangan pembelian aktiva tetap. Dana ini bisa dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai sumber dana.
c. elemen-elemen dari neraca dan laporan laba-rugi yang memperkecil kas adalah :
1. Bertambahnya Aktiva Lancar
Kas akan berkurang bila ada tambahan aktiva lancar, misalnya persediaan bertambah berarti perlu uang untuk membeli persediaan, sehingga kas berkurang. Piutang bertambah perlu kas untuk menambah investasi pada piutang, sekuritas bertambah berarti ada pembelian sekuritas yang memerlukan uang kas.
2. Bertambahnya Aktiva Tetap
Demikian pula bila ada tambahan aktiva tetap berarti ada pembelian aktiva tetap. Pembelian aktiva tetap memerlukan kas, maka uang kas akan berkurang akibat penambahan aktiva tetap tersebut.
3. Berkurangnya Semua Hutang
Apabila hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang berkurang berarti ada sebagian hutang yang dibayar. Untuk membayar hutang diperlukan uang kas, sehingga kas menjadi berkurang.
4. Berkurangnya Modal
Apabila modal berkurang berarti pemilik mengambil dana dari perusahaan, sehinga kas mejadi berkurang.
5. Rugi Operasi
Apabila perusahaan memperoleh laba akan menambah kas, tetapi bila perusahaan rugi maka kerugian tersebut harus ditutup dengan kas, sehingga memperkecl kas.
6. Pembayaran Deviden
Deviden yang dibayarkan kepada pemilik membutuhkan uang tunai, sehingga pembayaran deviden tersebut akan memperkecil kas.

2.5 Dana Dalam Arti Modal Kerja

Dalam kenyataannya selain membuat laporan sumber dan penggunaan dana atas dasar kas, perusahaan juga membuat laporan sumber dan penggunaan dana atas dasar modal kerja (statements of sources and uses of working capital).
b. Pengertian modal kerja
Modal kerja dapat diartikan beberapa Modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancar.
c. Dalam laporan sumber dan penggunaan modal kerja tidak dicantumkan penggunaan dana yang berasal dari modal sendiri karena tidak akan mengakibatkan perubahan modal kerja (netto).

d. Contoh
Aktiva Lancar Hutang Lancar
Kas Rp. 100.000 Hutang perniagaan Rp. 200.000
Piutang Rp. 200.000 Hutang wesel Rp. 100.000
Inventory Rp. 300.000
Modal kerja Rp. 300.000
Jumlah aktiva Rp. 600.000 Jumlah hut. & mod. Rp. 600.000

Selanjutnya terjadi berbagai transaksi yang mengakibatkan perubahan unsur aktiva lancar dan hutang lancar, yaitu :
a. Perubahan ke – 1
Pembelian barang (inventory) secara kredit sebesar Rp. 50.000.
Aktiva Lancar Hutang Lancar
Kas Rp. 100.000 Hutang perniagaan Rp. 250.000
Piutang Rp. 200.000 Hutang wesel Rp. 100.000
Inventory Rp. 350.000
Modal kerja Rp. 300.000
Jumlah aktiva Rp. 650.000 Jumlah hut. & mod. Rp. 650.000

b. Perubahan ke – 2
Pembayaran hutang perniagaan sebesar Rp. 100.000 dengan kas
Aktiva Lancar Hutang Lancar
Kas Rp. - Hutang perniagaan Rp. 150.000
Piutang Rp. 200.000 Hutang wesel Rp. 100.000
Inventory Rp. 350.000
Modal kerja Rp. 300.000
Jumlah aktiva Rp. 550.000 Jumlah hut. & mod. Rp. 550.000


Dari contoh diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah modal kerja harga akn berubah jika ada perubahan dalam non current account (aktiva tetap, hutang jangka panjang dan modal sendiri). Perubahan unsur non current account yang memperbesar modal kerja disebut dengan sumber modal kerja atau sources of work capital. Sedangkan yang memperkecil modal kerja disebut dengan penggunaan modal kerja.
1. Jika penggunaan modal kerja lebih kecil dibandingkan dengan sumber modal kerja maka hal ini akan mempunyai efek neto yang positif. Sedangkan jika penggunaan modal kerjanya lebih besar maka efek netonya akan memperkecil modal kerja.
2. Sumber-sumber modal kerja, antara lain :
a. Berkurangnya aktiva tetap
b. Bertambahnya hutang jangka panjang
c. Bertambahnya modal
d. Keuntungan dan operasi perusahaan
3. Penggunaan modal kerja
a. Bertambahnya aktiva tetap
b. Berkurangnya hutang jangka panjang
c. Berkurangnya modal
d. Pembayaran cash deviden
e. Adanya kerugian dalam operasi perusahaan
Bagan perubahan non current account yang mempunyai efek memperbesar modal kerja (sumber-sumber modal)


Current Accounts


Aktiva Lancar
Hutang Lancar


(+) Modal Kerja
(AL – HL)
(+) (+) (+)

Non Current Accounts

(-)
Aktiva Tetap Hutang Jangka Panjang



Modal Sendiri Modal (+)

Laba Ditahan

(+)
Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan

Bagan perubahan unsur non current accounts yang mempunyai efek memperkecil modal kerja (penggunaan modal kerja)


Current Accounts


Aktiva Lancar
Hutang Lancar


(-) Modal Kerja
(AL – HL)
(-) (-) (-)

Non Current Accounts

(+)
Aktiva Tetap Hutang Jangka Panjang



Modal Sendiri Modal (+)

Laba Ditahan

(+)
Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan

5. Langkah-langkah penyusunan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja :
a. Menyusun laporan perubahan modal kerja
Untuk mengetahui adanya kenaikan atau penurunan modal kerja beserta besarnya perubahan modal kerja.
b. Mengelompokkan perubahan-perubahan dari unsur-unsur non current account ke dalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang mempunyai efek memperkecil modal kerja.
c. Mengelompokkan unsure-unsur dalam laporan laba ditahan ke dalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang perubahannya mempunyai efek memperkecil modal kerja.
d. Menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja.














BAB III
CONTOH SOAL

III.a DANA DALAM ARTI KAS
Contoh 1.A :
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana PT.ASIK Tahun 2005 dan 2006

PERUSAHAAN PT. ASIK
LAPORAN PERUBAHAN NERACA 31 Des 2005 – 31 Des 2006
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
31/12/2005 31/12/2006 Perubahan
Debet Kredit
AKTIVA
Kas Rp. 600 Rp. 700 Rp. 100 Rp. -
Efek Rp. 700 Rp. 500 Rp. - Rp. 200
Piutang Rp. 1.200 Rp. 1.000 Rp. - Rp. 200
Barang Rp. 2.200 Rp. 2.600 Rp. 400 Rp. -
Mesin Rp. 4.000 Rp. 5.000 Rp. 1.000 Rp. -
Akum. depresiasi mesin Rp. (400) Rp. (600) Rp. - Rp. 200
Bangunan Rp. 4.000 Rp. 4.000 Rp. - Rp. -
Akum. depresiasi bangunan Rp. (600) Rp. (900) Rp. - Rp. 300
Tanah Rp. 2.300 Rp. 3.700 Rp. 1.400 Rp. -
Jumlah Aktiva Rp. 14.000 Rp. 16.000

HUTANG & MODAL
Hutang perniagaan Rp. 1.500 Rp. 1.000 Rp. 500 Rp. -
Hutang wesel Rp. 1.000 Rp. 1.200 Rp. - Rp. 200
10 % obligasi Rp. 4.500 Rp. 6.000 Rp. - Rp. 1.500
Modal saham Rp. 5.000 Rp. 5.000 Rp. - Rp. -
Surplus modal Rp. 1.000 Rp. 1.000 Rp. - Rp. -
Laba ditahan Rp. 1.000 Rp. 1.800 Rp. - Rp. 800
Jumlah Hutang & Modal Rp. 14.000 Rp. 16.000
Jumlah Rp. 3.400 Rp. 3.400

Selama tahun 1981, Perusahaan PT. Rahayu mendapatkan keuntungan netto sesudah pajak sebesar Rp. 1.500.000 dan dibayarkan sebagai cash deviden sebesar Rp. 700.000

PERUSAHAAN PT.ASIK
LAPORAN SUMBER-SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA
31 DESEMBER 2005 – 31 DESEMBER 2006
(DALAM RIBUAN RUPIAH)

Sumber-Sumber Penggunaan
Dana berasal dari operasi :
Keuntungan neto Rp. 1.500 Cash deviden Rp. 700
Depresiasi Rp. 500 Bertambahnya mesin Rp. 1.000
Berkurangnya efek Rp. 200 Bertambahnya tanah Rp. 1.400
Bekurangnya piutang Rp. 200 Bertambahnya barang Rp. 400
Bertambahnya hutang wesel Rp. 200 Berkurangnya hut. perniagaan Rp. 500
Bertambahnya obligasi Rp. 1.500 Bertambahnya kas Rp. 100
Rp. 4.100 Rp. 4.100

Dari laporan penggunaan dana tersebut diatas, nampak bahwa penggunaan dana yang menonjol adalah untuk penambahan mesin, penambahan tanah dan pembayaran cash deviden.
- Bertambahnya mesin, berarti perusahaan telah mengadakan perluasan usahanya.
- Bertambahnya mesin, berarti perusahaan telah mengadakan perluasan usaha
- Pembelian tanah, berarti persiapan ekspansi lebih lanjut

Bagaimana penambahan mesin dan tanah itu dibelanjai ?
Kita harus meneliti sektor sumber-sumber dananya. Sumber-sumber dana yang menonjol adalah dana yang berasal dari keuntungan neto dan depresiasi (internal sources) dan hutang jangka panjang (obligasi).
- Dari keuntungan neto dibayarkan sebagai cash deviden sebesar Rp. 700.000 (47%) dan masih ada sisa keuntungan neto sebesar Rp. 800.000 (Rp. 1.500.000 – Rp. 700.000). Sisa keuntungan tersebut merupakan modal sendiri. Dana yang paling tepat untuk membiayai pembelian tanah tetapi ternyata dananya tidak cukup karena tambahan tanah meliputi jumlah Rp. 1.400.000. Dengan demikian kekurangannya sebesar Rp. 600.000 dibelanjai dengan hutang jangka panjang
- Hutang jangka panjang sebagian digunakan untuk menutup kekurangan dana untuk membeli tanah dan sisa hutang jangka panjang yang tersedia untuk pembelian mesin (1.500.000 – Rp. 600.000), tinggal sisanya sebesar Rp. 900.000
- Tambahan mesin meliputi Rp. 1.000.000 dan dapat dibelanjai dengan hutang jangka panjang dan depresiasi

Dari analisa sumber-sumber dan penggunaan dana PT. Rahayu dapat disimpulkan bahwa perusahaan menggunakan dananya dalam tahun 1981 sebagian besar untuk ekspansi dalam bentuk pembelian mesin dan tanah.
- Pembelian mesin dibelanjai terutama dengan hutang jangka panjang dan depresiasi. Kebijaksanaan tersebut dapat dibenarkan ditinjau dari sudut likuiditas.
- Pembelian tanah dibelanjai sebagian dengan modal sendiri dan sebagian dari hutang jangka panjang. Kebijaksanaan pembiayaan tanah dengan hutang tidak dibenarkan ditinjau dari sudut likuiditas.

Contoh 1.B :
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana PT.HAIFA Tahun 2007 dan 2008

NERACA PT. HAIFA
31 DESEMBER 2007 dan 2008
Dalam (000)

31-12-2007 31-12-2008
Kas
Efek
Piutang Dagang
Persediaan Barang
Mesin
Akum. Penyusutan Mesin
Bangunan
Akum. Penyusutan Bangunan
Tanah
Total Aktiva
Hutang Dagang
Hutang Wesel
Obligasi
Modal Saham
Laba Ditahan
Total Hutang dan Modal 15.000
17.500
30.000
55.000
100.000
(10.000)
100.000
(15.000)
57.500
350.000
37.500
25.000
112.500
150.000
25.000
350.000 17.500
12.500
25.000
65.000
125.000
(15.000)
100.000
(22.500)
92.500
400.000
25.000
30.000
150.000
150.000
45.000
400.000

PT. HAIFA
LAPORAN LABA-RUGI TAHUN 2008
Penjualan
Harga Pokok Penjualan
Laba Kotor
Biaya Operasi
Laba Operasi
Bunga
Laba Sebelum Pajak
Pajak
Laba Setelah Pajak Rp 600.000.000,00
Rp 400.000.000,00
Rp 200.000.000,00
(Rp 120.000.000,00)
Rp 80.000.000,00
(Rp 30.000.000,00)
Rp 50.000.000,00
(Rp 12.500.000)
Rp 37.500.000,00

Rapat umum pemegang saham memutuskan untuk membagi sebagian laba sebagai deviden sebesar Rp 17.500.000

Jawab: Laporan Perubahan Neraca

31-12-2007 31-12-2008 Perubahan
Sumber Penggunaan
Kas
Efek
Piutang Dagang
Persediaan Barang
Mesin
Akum. Penyusutan Mesin
Bangunan
Akum. Penyusutan Bangunan
Tanah
Total Aktiva
Hutang Dagang
Hutang Wesel
Obligasi
Modal Saham
Laba Ditahan
Total Hutang dan Modal 15.000
17.500
30.000
55.000
100.000
(10.000)
100.000
(15.000)
57.500
350.000
37.500
25.000
112.500
150.000
25.000
350.000 17.500
12.500
25.000
65.000
125.000
(15.000)
100.000
(22.500)
92.500
400.000
25.000
30.000
150.000
150.000
45.000
400.000 -
5.000
5.000
-
-
5.000
-
7.500
-

-
5.000
37.500
-
20.000
85.000 2.500
-
-
10.000
25.000
-
-
-
35.000

12.500
-
-
-
-
85.000

Dari laporan laba-rugi, diperoleh laba sebesar Rp 37.500.000,00 dan dibagikan kepada pemegang saham sebagai deviden sebesar Rp 17.500.000,00, sehingga ada laba ditahan sebesar Rp 20.000.000,00.
Dari informasi-informasi di atas, bisa dibuat laporan sumber dan penggunaan dana sebagai nerikut :
PT. HAIFA
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana
31 Desember 2007-2008 (000)

Sumber-sumber Jumlah Penggunaan Jumlah
Laba Operasi
Penyusutan
Berkurangnya Efek
Berkurangnya Piutang
Bertambahnya Hut. Wesel
Bertambahnya Obligasi
Jumlah 37.500
12.500
5.000
5.000
5.000
37.500
102.500 Pembayaran Deviden
Bertambahnya Persediaan
Bertambahnya Mesin
Bertambahnya Tanah
Berkurangnya Hut. Dagang
Bertambahnya Kas
Jumlah 17.500
10.000
25.000
35.000
12.500
2.500
102.500

Dari laporan sumber dan penggunaan dana tersebut dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2008 perusahaan melakukan perluasan atau ekspansi dengan menambah mesin, bangunan, dan persediaan. Sumber dana untuk memenuhi perluasan tersebut berasal dari laba yang tidak dibagi, penyusutan, dan hutang obligasi.

III.b DANA DALAM ARTI MODAL KERJA
Contoh A Laporan perubahan modal kerja dan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja :
Unsur-unsur modal kerja 31-12-2003 31-12-2004 Perubahan
Sumber Penggunaan
Aktiva Lancar
Kas Rp. 600 Rp. 700 Rp. 100 Rp. -
Efek Rp. 700 Rp. 500 Rp. - Rp. 200
Piutang Rp. 1.200 Rp. 1.000 Rp. - Rp. 200
Barang Rp. 2.200 Rp. 2.600 Rp. 400 Rp. -
Jumlah aktiva lancar Rp. 4.700 Rp. 4.800

Hutang Lancar
Hutang perniagaan Rp. 1.500 Rp. 1.000 Rp. 500 Rp. -
Hutang wesel Rp. 1.000 Rp. 1.200 Rp. - Rp. 200
Jumlah hutang lancar Rp. 2.500 Rp. 2.200

Modal Kerja Rp. 2.200 Rp. 2.600
Rp. 1.000 Rp. 600
Tambah modal kerja Rp. - Rp. 400
Jumlah Rp. 1.000 Rp. 1.000
Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan

Dari tabel diatas, nampak besarnya modal kerja pada akhir tahun 2004 (31-12-2004) lebih besar daripada jumlah modal kerja pada saat sebelumnya (31-12-2003), berarti ada tambahan modal kerja. Kenaikan modal kerja ini disebabkan sumbernya lebih besar daripada penggunaannya (sources > uses)

Contoh A laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja :
PERUSAHAAN PT. ZALATRI
LAPORAN SUMBER-SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA
31 DESEMBER 2003 – 31 DESEMBER 2004
(DALAM RIBUAN RUPIAH)

Sumber-Sumber Penggunaan
Dana dari operasi :
Keuntungan neto Rp. 1.500 Cash deviden Rp. 700
Depresiasi Rp. 500 Bertambahnya mesin Rp. 1.000
Bertambahnya hutang jangka panjang Rp. 1.500 Bertambahnya tanah Rp. 1.400
Bertambahnya modal kerja Rp. 400
Rp. 3.500 Rp. 3.500
Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan

Contoh B Laporan perubahan modal kerja dan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja :
Unsur-unsur modal kerja 31-12-2007 31-12-2008 Perubahan
Sumber Penggunaan
Kas
Efek
Piutang Dagang
Persediaan Barang
Total Aktiva Lancar
Hutang Dagang
Hutang Wesel
Total Hutang Lancar
Bertambahnya Modal Kerja
Jumlah 15.000
17.500
30.000
55.000
117.500
37.500
25.000
62.500 17.500
12.500
25.000
65.000
120.000
25.000
30.000
55.000 -
5.000
5.000
-

-
5.000
15.000
10.000
25.000 2.500
-
-
10.000

12.500
-
25.000

25.000

Dari tabel tersebut ternyata ada perubahan modal kerja sebesar Rp 10.000.000,00 sebagai penggunaan, artinya ada tambahan modal kerja. Selanjutnya dibuat laporan sumber dan penggunaan modal kerja.

Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja
31 Desember 2007-2008 (000)
Sumber-sumber Jumlah Penggunaan Jumlah
Laba Operasi
Penyusutan
Bertambahnya Obligasi

Jumlah 37.500
12.500
37.500

87.500 Pembayaran Deviden
Bertambahnya Mesin
Bertambahnya Tanah
Bertambahnya Modal Kerja
Jumlah 17.500
25.000
35.000
10.000
87.500

Dari laporan sumber dan penggunaan modal kerja tersebut dapat diinterpretasikan bahwa pada tahun 2008 perusahaan telah mengadakan perluasan usaha dengan membeli mesin, tanah, dan menambah modal kerjanya. Sumber dana untuk memenuhi perluasan tersebut berasal dari laba, penyusutan, dan mengeluarkan hutang obligasi.





























DAFTAR PUSTAKA

C. Van Horne, James, Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan, terjemahan Heru Sutojo,, Salemba Empat, Jakarta, 1997
Sutrisno, Manajemen Keuangan : Teori, Konsep, dan Aplikasi, Ekonisia, Yogyakarta, 2000